POLOSKAOS1

Kaos Polos, Sablon Satuan, dan Informasi Fashion, Kaos, Baju, Kemeja, Jaket, dan Tips Seputar Fashion dan Review tentang Lifestyle.

Sunday, October 19, 2014

Aesthetic Apparel Design

Dalam peradaban kehidupan modern, nyaris kita selalu bersentuhan dengan pakaian dan aksesorisnya. Bahkan dalam bahasa non verbal communication pun, pakaian dan aksesorisnya termasuk artifact yang mampu menghadirkan communication value.


Didit Chris “Mister Grid” Prawirokusumo
Pemerhati Estetika Desain dan Komunikasi


Ungkapan bijak seorang penulis bernama William Thourlby yakni you are what you wear mengindikasikan kebenaran bahwa segala sesuatu yang melapisi tubuh manusia, baik berupa pakaian maupun aksesorisnya berpotensi menimbulkan multi interpretasi bagi pemakainya.

Pakaian dan aksesorisnya saat ini sangatlah berperan dan menentukan serta mampu memberi arti bagi pemakainya, selain communication value yang timbul serta daya serap panca indrawi dan gaya hidup pun tidak kalah peranannya. Pada saat krisis keuangan, pakaian dan aksesorisnya tidak terpengaruh, bahkan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang berarti, seperti yang pernah diungkapkan oleh seorang ahli mode, Achille Maramotti. “Fashion is never in crisis, because clothes are always necessary.” Hanya untuk memuaskan naluri panca indrawi dan gaya hidup pada saat ini kurang memadai, harus diiringi pengetahuan dan pemahaman referensi terkait agar apparel yang dimiliki mengandung karakter dan makna bagi pemiliknya.

Masih sedikit referensi yang mampu mengungkap misteri nilai tambah yang terkandung dalam apparel yang diidamkan dan mampu mengorbitkan pemakai ke dalam tataran peradaban yang diperhitungkan menjadi sebuah perubahan perilaku dan sikap yang berkarakter melalui apparel yang dimilikinya, baik melalui proses mengonsumsi, menciptakan, memodifikasi, sehingga menjadi artifact yang mampu mengangkat harkat pemiliknya. Untuk itu dibutuhkan sebuah pemahaman akan referensi Esensi Desain sebagai landasan proses agar apparel yang dimiliki menjadi sesuatu yang membanggakan dan berharga.

Referensi Esensi Desain dimanfaatkan untuk mengarahkan konsep apparel agar tampil lebih mendekati kesempurnaan, terutama dari tinjauan yang dipaparkan di dalamnya.

Semantika


Elemen-elemen visual seperti bentuk, warna, batik yang terhias menarik pada apparel menjadi faktor penentu keberhasilan dalam menghasilkan nilai tambah. Semantika terkait erat dengan nilai yang tercipta dari hubungan antara elemen-elemen visual yang terpilih dengan makna yang ingin diungkapkan. Semantika juga menstimulasi desainer atau pencipta apparel agar lebih berpikir konkrit tentang ekuitas hubungan, implikasi dan kandungan makna baik yang tersurat maupun yang tersirat dalam proses penciptaan apparel.

Estetika


Terkait erat dengan persuasi substansial tulisan ini yakni estestika apparel melalui referensi esensi desain yang mengungkap bahwa faktor keindahan menjadi kunci penentu keberhasilan, karena estetika sangat erat kaitannya dengan ekuitas sikap berpikir, seperti persepsi, evaluasi, dan intuisi. Kajian estetika mendorong para desainer untuk lebih mengembangkan karakter kritis atas karya ciptanya.

Ergonomika


Diartikan sebagai hubungan antara manusia dengan produk yang digunakannya. Dapat dikatakan bahwa ergonomika sebagai media koordinasi antara konsep desain, ingredient produk, kapasitas dan keinginan pengguna produk. Ergonomika merupakan symbiotic relationship antara Fisiologi dengan Psikologi, dalam arti yang lebih luas terkait rekayasa structural tubuh manusia.

Teknologi


Dalam proses pembuatan pakaian dan aksesoris apapun tentunya tidak terlepas dari proses teknologi, baik dari rincian DataSpecs Technical Know-How maupun proses finishingnya. Teknologi akan berperan menentukan ekuitas apparel, karena dalam aplikasinya teknologi menjadi nucleus nya proses desain.

Manajemen Bisnis


Tinjauan ini mengungkap segi pragmatis dari proses desain, terutama yang terkait dengan segi pembiayaan dan proses produksinya. Sebuah karya apparel yang bernilai dan kreatif, tentunya tidaklah terlepas dari pertimbangan nilai ekonomisnya sehingga mampu menghasilkan karya apparel yang estetis, fantastic dengan harga yang pantas, namun mampu menuai nilai tambah bagi penggunanya.




Kelima referensi Esensi Desain diatas bukanlah faktor yang berdiri sendiri untuk menghasilkan apparel yang bernilai tambah dan estetis, namun bila Esensi Desain tersebut dianut dan dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan cermat, maka mungkin saja produk apparel Indonesia akan mampu menembus pasar global melalui penggalian potensi elemen visual lokal yang diolah melalui teori teknis universal yang mudah dipahami dan memberi arti.
Back To Top