POLOSKAOS1

Kaos Polos, Sablon Satuan, dan Informasi Fashion, Kaos, Baju, Kemeja, Jaket, dan Tips Seputar Fashion dan Review tentang Lifestyle.

Tuesday, January 20, 2015

Memulai Bisnis Sablon (Screen Printing) Sendiri

Cukup banyak orang yang berminat untuk memulai bisnis sablon/screen printing. Ada beberapa alasan untuk memasuki bisnis ini. Misalnya sekalian menyalurkan hobi, teknologinya mudah, bidang bisnisnya menarik, tidak memerlukan investasi yang besar, dan lain sebagainya.

Ketika akan memulai bisnis ini, mereka sering melontarkan pertanyaan seperti berapa modal awal yang diperlukan, peralatan apa saja yang perlu dibeli, berapa luas tempat yang diperlukan, dan lain sebagainya.

Sebelum menjawab semua pertanyaan diatas, perlu dijelaskan terlebih dahulu bahwa memang bisnis sablon dapat dikerjakan sebagai modal yang relatif kecil. Tetapi bisnis sablon juga dapat ditingkatkan hingga menjadi industri berskala besar dengan modal puluhan milyar rupiah.

Berdasarkan skalanya, bisnis sablon dapat dibagi menjadi 4 skala, yuk simak.

Hobi

Untuk kategori skala hobi, ini bersifat coba-coba saja. Untuk skala ini, modalnya cukup 5 juta rupiah. Dengan modal itu, agan sudah dapat memulai usaha di bidang sablon kaos. Untuk sablon kertas dan plastik, modalnya bisa lebih kecil lagi.

Untuk usaha skala hobi atau coba coba seperti ini, ruang kerja yang diperlukan kurang lebih 3 x 4 meter.

Industri Rumahan

Skala home industry disini adalah agan sudah memiliki perjanjian kerjasama dengan pelanggan yang secara rutin akan memberikan agan pekerjaan sablon, tentu saja ada kapasitas minimal 5-10 lusin yang akan agan kerjakan dan biasanya jumlah tersebut harus dapat agan selesaikan dalam waktu 1-2 hari. whoa.



Industri Menengah

Industri sablon skala menengah biasanya memiliki kapasitas yang cukup untuk menerima pekerjaan export market. Output per hari minimal adalah 2000 buah dengan asumsi 5 warna. Industri skala menengah harus memiliki semua peralatan yang diperlukan seperti ruang ekspos, ruang tinta, ruang desain, ruang testing, ruang sampel, dsb. 

Kebanyakan industri sablon yang ada di Indonesia menggunakan meja panjang. Meja panjang memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan.



Kelebihan:
  1. Kualitas peralatan yang lebih tahan lama
  2. Kualitas cetak yang lebih stabil
  3. Dapat digunakan untuk potongan besar maupun kecil
  4. Tidak menggunakan terlalu banyak karyawan
Kekurangan:
  1. Memerlukan tempat yang besar
  2. Biaya pembuatan meja panjang cukup mahal

Industri Besar

Sesuai namanya, sablon industri besar memiliki skala yang sangat besar, baik permodalan, ruangan, staff, dan output produksinya. Banyak orang menyangka bahwa industri sablon adalah industri rumahan atau tidak dapat dijadikan industri skala besar. 



Usaha sablon berskala hobi hingga skala besar memiliki kesamaan yang harus diperhatikan. Jika ingin memperoleh hasil yang maksimal, sablonan harus dikerjakan dengan benar dari awal hingga akhir. Dari pembuatan film yang benar, pemilihan screen yang tepat, penggunaan tinta yang baik, dan melakukan test sebelum memulai pekerjaan. Biasakan selalu menyimpan catatan hasil kerja sebelumnya sebagai bahan evaluasi untuk menjaga pertumbuhan.
Back To Top