POLOSKAOS1

Kaos Polos, Sablon Satuan, dan Informasi Fashion, Kaos, Baju, Kemeja, Jaket, dan Tips Seputar Fashion dan Review tentang Lifestyle.

Saturday, January 31, 2015

Tanya Jawab Seputar Tinta Plastisol

Entah agan adalah pengusaha sablon/screen printing maupun sekedar ingin tau seputar penggunaan tinta plastisol, silakan simak tanya jawab yang bermanfaat dibawah ini.

Temperatur tinta plastisol gimana bagusnya?

Tinta plastisol mulai cukup kering untuk disentu (semi cured) pada suhu 82-121 derajat celcius. Tinta menjadi full curing pada suhu 130-160 derajat celcius. Periksalah selalu technical data sheet setiap merk tinta yang kadang-kadang berbeda.

Bisakah mengeringkan tinta plastisol dengan heat gun?

Ya, pada dasarnya kita dapat mengeringkan tinta plastisol dengan peralatan heat gun seperti yang digunakan mengeringkan rambut setelah keramas (hair dryer). Tetapi hasil yang diperoleh kadang kurang sempurna karena panas yang dihasilkan tidak merata di seluruh permukaan. Jika area printing cukup lebar, hal ini menyebabkan tinta plastisol mudah memudar setelah 4-5 kali cuci. Nah lo.

Apakah perlu jenis tinta plastisol yang berbeda untuk jenis kain yang berbeda?

Kain yang berbeda memerlukan jenis tinta plastisol yang berbeda. Jenis kain seperti polyester, cotton, dan nylon memerlukan jenis tinta plastisol yang berbeda. Agan dapat melihat informasi produk dari masing-masing merk agar lebih jelas. Disana tertera jenis tinta apa yang bisa digunakan pada setiap jenis kain.



Dapatkah mencetak tinta plastisol dengan sistem wet on wet?

Yap. Jenis printing halftone seperti four color separation ataupun simulated color process dapat dicetak dengan cara wet on wet. Hanya saja, pada saat mencetak underbase white disarankan untuk melakukan flash curing terlebih dahulu. Printing jenis solid atau blok setiap warnanya memerlukan flash curing terlebih dahulu.

Peralatan pengering apa yang diperlukan untuk tinta plastisol?

Untuk dapat melayani berbagai jenis pekerjaan artwork, pada umumnya screen printer harus dilengkapi peralatan pendukung seperti slash curing dan conveyor curing untuk memperoleh kualitas cetak tinta plastisol yang maksimal.

Tinta plastisol terlalu kental saat masih baru, perlukah ditambahkan pengencer?

Kebanyakan produsen tinta plastisol akan menyertakan petunjuk ready to use pada masing-masing kemasannya. Pada saat akan digunakan, tinta plastisol memang terasa kental tetapi setelah beberapa kali diaduk maka tinta menjadi lebih encer dan dapat digunakan untuk mencetak. Jadi tidak perlu menambahkan pengencer ke dalam tinta.

Perlukah menambahkan additive pada tinta plastisol?

Untuk bahan kain cotton, tidak perlu.

Cairan apa yang digunakan untuk membersihkan sisa tinta plastisol?

Untuk membersihkan sisa tinta plastisol baik di atas screen maupun pada squeegee, mineral spirits atau terpin bisa digunakan. Tapi karena harga mineral spirits atau terpin cukup mahal, minyak tanah bisa digunakan sebagai alternatif.

Bagaimana cara melakukan tes pada tinta plastisol?

Cara paling mudah untuk melakukan tes apakah tinta plastisol sudah kering dengan sempurna ada dua cara. Pertama, mencucinya. Jika saat dicuci tinta tidak luntur atau hilang bisa disebut tinta plastisol sudah kering dengan sempurna.
Cara kedua menarik hasil printing yang dianggap sudah kering tadi. Bila hasil cetakan retak atau pecah berarti tinta plastisol belum kering dengan sempurna.

Apa yang menyebabkan tinta plastisol mudah hilang saat dicuci?

Masalah umum yang dihadapi oleh tinta plastisol adalah tinta belum kering dengan sempurna atau biasa disebut dengan istilah under cured. Tinta plastisol pada umumnya akan kering dengan sempurna pada suhu 160 derajat celcius. Untuk mendapat suhu tersebut diperlukan pemanas yang disebut dengan conveyor curing (pengeringan dengan udara panas). Para pengusaha home industry biasanya tidak memiliki peralatan jenis ini... karena mahal. Tinta plastisol akan kering dengan sempurna yang biasa disebut dengan istilah full fusion. Jadi, tinta plastisol yang belum matang tersebutlah yang sebenarnya mudah larut saat dicuci.

Thank you mas Benny Rahardjo
Back To Top