POLOSKAOS1

Kaos Polos, Sablon Satuan, dan Informasi Fashion, Kaos, Baju, Kemeja, Jaket, dan Tips Seputar Fashion dan Review tentang Lifestyle.

Friday, November 7, 2014

Apa Sih Kekurangan Local Brand Indonesia?

Agan culen strikes again! Bahasan kali ini adalah kekurangan local brand kita nih. Secara umum, mungkin branding nya masih kurang termasuk presentasi produk dll. Mungkin karena faktor konsep independen, misalnya dalam hal foto produk, entah karena alasan 'independen' tadi atau karena alasan "kalo foto produk mah daripada bayar fotografer mending foto sendiri, toh hasilnya beda tipis" atau mungkin beberapa brand memang memakai jasa fotografer, namun mereka kurang beruntung karena hasilnya biasa aja. Karena sependek yang saya tau, baru sedikit presentasi produk brand lokal kita yang digarap serius. Selebihnya so so...

Kalo masalah kualitas sebenernya merata kok (untuk brand brand tertentu), yg jd pembeda konsep aja paling sama ya itu 'kemasan' ato branding nya. Kualitas brand lokal kita udah 'cukup' kok dengan price range yg ditawarin. Misalnya dapet kaos seharga 150rb dgn kualitas yg ditawarin brand lokal sekarang sudah cukup worth.

Bahkan saya rasa dari pricing produk, brand lokal kita masih terhitung 'murah'. Misalnya sebuah produk indigo natural dyed berupa tshirt hanya di banderol 400rb atau setara 35 USD padahal jika bukan di Indonesia, mungkin sudah mencapai 135 USD untuk sepotong kaos. Sepotong celana berbahan Cone/Japan fabric masih ada di range 1,5-2,5an (130-220 USD) atau tas berbahan Cordura seharga 700-1,2jt (60-110 USD). padahal produk brand lokal mau dikata 'limited' udh pasti iya kan, karena mereka buatnya cuma dikiti2, mau dikata handmade juga iya soalnya dibikinnya di konveksi skala UKM. material udh high grade, seharusnya dengan proper branding dan extra budget di branding ini, price range kita juga bisa bersaing sama luar (asal QC ditingkatin aja) hehehe
Back To Top