POLOSKAOS1

Kaos Polos, Sablon Satuan, dan Informasi Fashion, Kaos, Baju, Kemeja, Jaket, dan Tips Seputar Fashion dan Review tentang Lifestyle.

Sunday, November 16, 2014

Mengenal Jenis-Jenis Denim pada Celana Jeans

Sekedar disclaimer, ini hanyalah sebagian kecil dari bahan celana jeans (yang disebut denim) yang dibahas. Pada nyatanya mungkin ada ribuan jenis bahan, tapi apa agan tidak capek membaca? Let's make it short, karena memang rakyat Indonesia kalau membaca butuh intinya saja dan minat bacanya rendah, whoops. Kalian pasti sudah kenal dan memakai celana denim atau jeans dari brand-brand seperti levi’s, wrangler, lee cooper dan cardinal. Bahan baku dari celana jeans tersebut tidak lain adalah denim.

Terdapat beberapa jenis kain denim atau jeans yaitu dry denim (raw denim), prewash denim (kain jeans prewash), black coated denim, dan Selvage Denim. Untuk pewarnaan kain jeans terdiri dari dua macam yaitu dengan cara tradisional (indigo) yang umumnya bertujuan untuk memberi warna biru khas kain jeans. Cara yang kedua adalah dengan pewarnaan sulphur untuk menciptakan warna selain biru. Biasanya, yang menggunakan sulfur ini disebut garment wash, tapi belakangan ada isu bahwa jenis washing menggunakan mesin sangat berbahaya bagi kulit... karena kandungan/bahan kimia yang digunakan untuk nge-wash itu...

Dry Denim (kain jeans kering, lucu ya terjemahannya kalo secara harfiah) adalah jenis kain yang sebelum proses pewarnaan kain tidak melalui proses pencucian kain terlebih dahulu dalam hal ini kain denim yang baru selesai proses pembuatan langsung dijual. Pada dasarnya tak ada perbedaan antara denim yang sebelum masuk ke proses pewarnaan yang melalui pencucian dan yang tidak melalui pencucian, yang membedakannya adalah jenis kain jeans ini lebih kaku dibandingkan jenis kain jeans yang lainnya, dan yang lebih unik lagi jenis kain jeans ini adalah warna kain akan memudar sesuai dengan lama waktu pemakainnya, nah karena proses unik inilah yang membuat daya tarik bagi pecinta denim yang sadar akan fashion. Dry denim akan akan membentuk efek pemudarannya sesuai bentuk tubuh dan aktifitas si pemakai, untuk memfasilitasi proses ini biasanya dry denim jarang dicuci (biasa selama 6 bulan dipakai barulah celana akan dicuci). Nama efek tersebut adalah... fading. 

Prewash Denim (kain jeans prewash, bisa juga disebut washed denim), jenis kain yang di-wash terlebih dahulu sebelum masuk proses pewarnaan kain jeans. Kain jeans ini memiliki sifat kain cenderung lebih lentur dibandingkan dengan jenis kain jeans dry denim.

Black Coated denim merupakan jenis kain jeans yang di dalam kainnya mengandung bahan acrylic, atau ada juga yang bilang dari bahan yang digunakan untuk menggunakan lilin. Bahan ini memiliki sifat mengawetkan kain jeans agar lebih lama digunakan. efek yang ditimbulkan dari bahan acrylic adalah jika terkena gesekan akan menimbulkan efek mengkilap pada kain. Tapi walaupun belum terkena gesekan juga masih ada efek mengkilapnya kok. Oh ya, biasanya penamaan yang lengkap dari jenis bahan ini adalah dry black coated.

Selvage atau Selvedge Denim merupakan jenis kain jeans khusus yang didesain lebih lembut dan ringan, hasil tenunan lebih rapat dan lebih berat sehingga hasil jahitan menjadi rapih. Selvedge sebenarnya ada istilah yang digunakan untuk denim yg membentuk edge nya sendiri (self-edge). Karenanya, di ujung kain biasanya akan ada pattern warna khusus yang membentuk strip. Selvedge yang paling umum di Indonesia adalah list warna merah-putih-biru. Umumnya, proses merajut bahan selvage membutuhkan lebih banyak bahan untuk menyelesaikan fabric sehingga komposisi cotton yg digunakan lebih banyak, menjadikan bahan salvage denim lebih superior dibanding bahan denim lain. Katanya.
Back To Top