POLOSKAOS1

Kaos Polos, Sablon Satuan, dan Informasi Fashion, Kaos, Baju, Kemeja, Jaket, dan Tips Seputar Fashion dan Review tentang Lifestyle.

Tuesday, February 3, 2015

Pengalaman Delivery Burger Murder Malang

Oke, saya bukan penggemar Western Food maupun fast food, tapi bukan berarti saya gak mau makan. Beberapa waktu terakhir di Malang lagi booming banget yang namanya burger, dan booming juga vendor-vendor burger yang menyediakan sistem delivery. Salah satunya Burger Murder. Saya pilih Burger Murder karena lokasinya deket SMA saya dulu. Kebetulan juga partner-in-crime saya lagi pengen cheeseburger. Jadilah, kami pun pesen delivery. Tentunya sebelum delivery kami lihat-lihat menunya dulu:


Burger murder ini punya menu lain selain burger. Ada risol, nugget, dll. Ada Pat Bing Soo juga, tapi saya gak pesen. Burger Night deh pokoknya. Pesen via sms, ditanggapi dengan ramah. Trus totalan. Ongkirnya 7 ribu ke area Malang kota. Oke beres, tinggal menunggu.

Entah kurirnya sakti atau bagaimana, waktu itu sedang hujan deras dan waktu menunggu tidak sampai 1 jam padahal rumah saya di kampung dan jalan kecil. Kerennya, hanya perlu alamat dan kurirnya gak nyasar. Kalo kurir lain sih nyasar, sampe seringkali telepon saya dan sampai dengan menggerutu.

Tapi, mungkin juga karena hujan, burger sampai dalam kondisi dingin dan wrapper nya karena basah, jadi nempel ke burger gitu deh. Kertas pembungkusnya susah dilepas.

Ini burger daging telur keju (13.000) yang saya pesan dan sudah saya gigit sebagian:


Karena saya gak begitu ahli dalam dunia burger dan ini merupakan burger pertama yang saya makan setelah belasan tahun (gak lebai sih, beneran, cuman... ah iya deh lebai) jadi saya gak komplain banyak-banyak. Lagian jadi orang kok suka banget komplain. For me, it's just right. 

Tapi, menurut temen saya yang sering makan burger dari berbagai sumber, rasa dari burger ini enak dan gak bikin eneg, karena dia punya semacam alergi gitu deh, dimana kalo kebanyakan makan daging merah (dalam kasus ini daging sapi) maka dia akan pusing semalaman :v tapi burger ini tidak membuatnya pusing, which is good.

Selain itu, patty burger nya juga sepertinya home made dan halus. Sisanya standar, roti, keju, dll mungkin tidak home made tapi beli jadi. Kalo mau yang spesial banget ya mungkin bisa beli burger di tempat yang jauh lebih premium dengan harga yang premium. Burger harga Rp300.000? Ada kok, ada. lha tapi ngapain.

Minusnya, burger ini masih belum bisa memuaskan hati temen saya dan belum bisa menjadi burger murder nomer 1 di hidupnya. Ada burger lain yang lebih murah tapi menurutnya lebih enak, gausah sebut merk lah ya :v

Bonus: Cara Makan Burger Secara Ilmiah Agar Tidak Berlepotan Kemana-Mana

Salah satu tujuan saya makan burger yaitu ingin menerapkan salah satu life hack yang sempat saya baca di internet. Apa tuh? Sudah tertera di subjudul. cara makan burger agar tidak berlepotan kemana mana.

Caranya megang burger seperti pada foto dibawah. Banyak orang menghindari makan burger belepotan dengan cara makan tiap lapisnya satu-satu trus burgernya ditaro di piring. Jadi makan roti dulu, trus kejunya, pattynya, rotinya lagi, dst. I mean, seriously? Bagi saya itu lebih ribet daripada harus rela cuci tangan dan cuci mulut setelah makan. 

Okay.
Cara ini menggunakan kedua tangan. letakkan jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis di atas burger di sisi kanan dan kiri. Sedangkan jari jempol dan kelingking sebagai penahan di bagian bawah burger.

That's it. Gak usah ambil piring, sendok, dan garpu. Emang mau makan apaan?

Ribet? Gak juga, hanya agak kagok karena pertama kali.

Sukses? Iya. Mulut gak belepotan, tangan juga gak belepotan.

pardon my beautiful hands :v


Double Bonus: Kunjungan Langsung ke Burger Murder







Tempatnya relatif kecil, namun rasa burger nya lebih enak pas makan di tempat daripada delivery. Mungkin karena lebih fresh dan panas kali ya :D pesen pat bing soo juga, rasanya so-so.
Back To Top